Selasa, 27 Januari 2015

TENTANG ISLAM

1 komentar:

SEJARAH SINGKAT TURUNYYA AL QURAN



Para ulama’ Ulumul Al-Qur’an membagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam 2 periode. 1 periode sebelum hijrah dinamai makiyah, 2 periode sesudah hijrah dinamai madania. Tapi disini, akan dibagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam tiga periode meskipun pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat makiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat madaniyah.

Periode I
Ketika wahyu pertam (Iqra’) turun Nabi belum dilantik menjadi rasul, baru ketika ayat kedua turun “wahai yang berselimut, bangkit dan berilah peringatan” (QS 74:1-2). Pada periode ini berlangsung 4-5 tahun dan sebagian besar menolak ajaran Al-Qur’an. Kandungan wahyu ilahi berkisar dalam 3 hal
Pertama memdidik kepribadian nabi, sabar,tidak dianjurakan pamri (namima), mengagungkan tuhan. Dalam wahyu ketiga beliau dianjurkan shalat malam, membaca Al-Qur’an dengan tartil dan mendakwai keluarga terlebih dahulu. 
Kedua pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dab af’al Allah
Ketiga keterangan mengenai dasar-dasar akhlak islamiyah serta bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup jahiliyah ketika itu. 

Periode II
 Periode ini berlangsung 8-9 tahun dengan banyaknya kerusuhan antara Islam dan jahiliyah mulai dari fitnah, Intimidasi, dan penganiayaan, sehingga ummat nabi terpaksa hijrah ke habsy dan pada akhirnya bersama Rasulallah pindah ke madinah
Pada masa ini ayat turun silih berganti kadang memberi berita baik kadang buruk, kepastian adanya hari kiamat, sesuai dengan kondis dakwa saat itu untuk memperkuat iman ummatnya, dan juga argumentasi tentang keesaan tuhan kalau tuhan hanya memerintahkan jadilah maka akan jadi, 
Periode III
Periode in berlangsung selama 10 tahun ini dapat mewujudkan suatu prestasi besar karma penganutnya telah dapa hidup bebas melaksanakan ajaran-ajaran agamadi yatsrib (Al-Madinah) dimana pada masa ini timbul bermacam-macam peristwa yang komplek dengan orang yang tidak beriman sehingga turunlah (QS 9:13-14) menyeru memerangi kaum tidak beriman yang telah memulai peperangan
Adakalanya merupakan perintah yang tegas disertai dengan konsidernnya, seperti yang tersebut dalam (QS 5:90-91), terdapat juga ayat yang menerangkan akhlak dan suluk (QS 24:27) yang harus diikuti dalam kehidupan sehari-hari.
Semua ayat ini memberikan bimbingan kepada kaum muslim menuju jalan yang diridloi tuhan disamping mendorong mereka untuk berjihad dijalan Allah, sambil memberikan didikan akhlak dan suluk yang sesuai dengan keadaan mereka dalam bermacam-macam situasi.
TUJUAN POKOK AL-QUR’AN
1. Petunjuk aqidah dan kepercayaan yang dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan  akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
 2.Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalamkehidupannya secara individual atau kolektif.
 3.Petunjuk mengenai syari’at dan hokum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hokum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat “ Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia kejalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan idunia dan diakhirat.


Rukun Iman

Tidak ada komentar:
Pengertian istilah Iman
Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.
Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.
“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”
—QS. Al Fath [48] : 4
Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal”. Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.”


Rukun Iman
·         Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
·        Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
·         Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
·         Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.
·         Iman kepada Hari Akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
·         Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.


 
back to top